Solok Selatan – Upaya membangun kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan keagamaan yang sarat makna. Kapolres Solok Selatan, M. Faisal Perdana, terus menggencarkan program Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Dalam kegiatan yang terlihat pada dokumentasi terbaru tersebut, Kapolres bersama jajaran dan masyarakat setempat berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara Polri dan warga.
Kegiatan yang mengusung tema “Sumatera Barat Bebas dari Narkoba” ini menegaskan bahwa ancaman narkotika masih menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Melalui pendekatan keagamaan dan sosial, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya narkoba serta ikut berperan aktif dalam pencegahannya.
Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana dalam keterangannya menekankan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan strategi membangun komunikasi yang lebih terbuka antara polisi dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, mendengar langsung aspirasi mereka, serta bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai ancaman, termasuk narkoba,” ungkapnya.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, aparat kepolisian diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara lebih mendalam.
Namun demikian, di tengah apresiasi masyarakat terhadap kegiatan ini, muncul pula sejumlah catatan kritis. Beberapa pihak menilai bahwa gerakan seremonial seperti ini harus diimbangi dengan langkah konkret dalam penegakan hukum, khususnya terhadap jaringan narkoba yang lebih besar. Tanpa tindakan tegas dan berkelanjutan, upaya pencegahan dinilai belum akan memberikan dampak signifikan.
Di sisi lain, tokoh masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran polisi di masjid memberikan rasa aman sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Selain itu, komunikasi yang terjalin secara langsung dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan formal semata.
Gerakan Subuh Berjamaah juga menjadi ruang edukasi moral dan spiritual bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, diharapkan masyarakat memiliki benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Ke depan, publik berharap program seperti ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dengan kebijakan lain, seperti pemberantasan narkoba, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan pendidikan karakter.
Langkah yang diambil Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana ini menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak melulu soal penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual. Meski demikian, efektivitasnya tetap akan diuji oleh konsistensi pelaksanaan dan hasil nyata di lapangan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, cita-cita menciptakan wilayah yang aman, religius, dan bebas dari narkoba bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Tutup nya.
(Hendri A.W.)

0 Komentar