BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "ALISYA NEWS"

Padang Digegerkan Dugaan Peluru Nyasar di Area Kampus UNP, Polisi Diminta Usut Tuntas


PADANG | Suasana sore di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP) mendadak berubah menjadi kepanikan setelah terjadi insiden yang diduga akibat peluru nyasar di depan Kantor Rektorat Universitas Negeri Padang, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.20 WIB. Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat dan viral di berbagai platform media sosial setelah foto serta informasi korban beredar luas di internet.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi kejadian, insiden tersebut mengakibatkan dua orang menjadi korban. Salah seorang korban diketahui bernama Guruh Guwino (23) yang merupakan mahasiswa. Korban mengalami luka pada bagian tangan yang diduga terkena proyektil yang hingga kini masih belum diketahui secara pasti asal-usulnya.

Sementara itu, seorang korban perempuan juga dilaporkan mengalami luka pada bagian paha. Dari foto yang beredar, tampak luka berdarah pada bagian tubuh korban yang diduga terkena benda keras berkecepatan tinggi. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah luka tersebut benar disebabkan oleh peluru nyasar atau jenis proyektil lainnya.

Sejumlah saksi mata di sekitar lokasi mengaku terkejut ketika mengetahui adanya korban yang mengalami luka secara tiba-tiba. Situasi sempat membuat mahasiswa dan masyarakat sekitar panik karena belum diketahui secara pasti sumber tembakan maupun arah datangnya proyektil yang diduga mengenai para korban.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kawasan yang cukup ramai di Kota Padang. Lokasi di depan Kantor Rektorat UNP setiap harinya menjadi jalur aktivitas mahasiswa, dosen, pegawai kampus serta masyarakat umum. Oleh karena itu, insiden ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait aspek keamanan di kawasan pendidikan yang selama ini dikenal relatif kondusif.

Hingga saat ini aparat kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap kronologi kejadian, memastikan sumber proyektil, serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum. Langkah penyelidikan menjadi sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat.

Apabila nantinya terbukti terdapat penggunaan senjata api secara melawan hukum atau kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka, maka pelaku dapat dijerat dengan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata api tanpa izin yang ancaman hukumannya dapat mencapai hukuman berat sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, apabila mengakibatkan luka terhadap orang lain, dapat pula dikenakan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penganiayaan atau kelalaian yang menyebabkan luka.

Pihak kampus maupun aparat keamanan diharapkan dapat memberikan keterangan resmi kepada publik agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi rumor yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi informasi sangat diperlukan mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan pendidikan yang setiap hari dipadati ribuan mahasiswa.

Masyarakat juga berharap agar korban mendapatkan penanganan medis yang optimal serta pendampingan yang diperlukan. Keselamatan warga dan mahasiswa menjadi prioritas utama, terlebih ketika insiden seperti ini terjadi di ruang publik yang seharusnya aman untuk seluruh aktivitas akademik maupun sosial.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak berwenang lainnya terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Proses penyelidikan masih dinantikan publik untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden dugaan peluru nyasar yang mengakibatkan dua mahasiswa terluka di kawasan Universitas Negeri Padang pada Selasa sore. Tutup nya.

Hendri A.W.

Posting Komentar

0 Komentar