PADANG – Lapas Perempuan Kelas IIB Padang kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM). Komitmen tersebut terlihat saat Lapas Perempuan Kelas IIB Padang menerima kunjungan kerja Inspektur Jenderal Kementerian Hak Asasi Manusia (Irjen Kemenham), Farid Junaedi, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah HAM Sumatera Barat, Riau, Dewi Nofyenti, SH, MH, serta Kepala Kantor Wilayah Hukum Sumatera Barat, Alpius Sarumaha.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, Susi Andriani Pohan, bersama jajaran pejabat struktural dan seluruh pegawai. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan meriah dengan penampilan tari kreasi yang dibawakan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai wujud hasil pelatihan seni dan budaya yang selama ini dijalankan di dalam lapas.
Agenda kunjungan difokuskan pada pemantauan pelaksanaan hak-hak warga binaan melihat sekaligus secara langsung implementasi pelatihan yang mengedepankan prinsip-prinsip HAM. Dalam kesempatan itu, Irjen Kemenham meninjau berbagai fasilitas yang dimiliki Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, mulai dari klinik kesehatan, ruang bimbingan kerja menjahit, ruang pelatihan membatik, dapur pelatihan, hingga dapur umum.
Tak hanya melihat sarana dan prasarana, rombongan juga menyaksikan langsung aktivitas warga binaan yang sedang mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian. Beragam hasil karya seperti produk jahit, batik, serta keterampilan produktif lainnya menjadi bukti nyata bahwa proses pelatihan di Lapas Perempuan Padang berjalan secara berkesinambungan dan memberikan bekal positif bagi warga binaan.
Kalapas Susi Andriani Pohan menjelaskan bahwa seluruh program pembinaan yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya membentuk warga binaan masyarakat menjadi pribadi yang mandiri, produktif, serta siap kembali diterima di tengah setelah menyelesaikan masa pidana.
Menurutnya, pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIB Padang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga mengedepankan karakter pendidikan, peningkatan keterampilan, pelayanan kesehatan, serta mendidik hak-hak dasar warga binaan sesuai ketentuan peraturan-undangan.
Sementara itu, Irjen Kemenham Farid Junaedi memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pelatihan yang telah berjalan. Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang menghormati martabat manusia serta memastikan seluruh layanan kepada warga binaan dilaksanakan sesuai standar yang berlaku.
Melalui kunjungan tersebut diharapkan sinergi antara Kementerian HAM, Kantor Wilayah, dan jajaran Lapas Perempuan Kelas IIB Padang semakin kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembinaan, serta perlindungan hak asasi manusia di lingkungan pemasyarakatan.
Di bawah kepemimpinan Susi Andriani Pohan, Lapas Perempuan Kelas IIB Padang terus berupaya menghadirkan pelatihan yang inovatif, humanis, dan produktif. Berbagai keterampilan program yang dikembangkan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan semangat baru, memiliki kemampuan kerja, serta mampu berkontribusi secara positif setelah bebas nanti. Tutup nya.
TIM. ALISYANEWS.

0 Komentar