Padang, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat Muhibuddin menggelar silaturahmi bersama para Kepala Kejaksaan Negeri se Sumatera Barat, wartawan, dan penggiat antikorupsi dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Kamis 13 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kejati Sumbar itu menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi penegakan hukum yang transparan dan akuntabel di Ranah Minang.
Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Kejati Sumbar, para Kajari dari berbagai kabupaten dan kota, serta perwakilan media cetak, online, dan elektronik. Sejumlah aktivis antikorupsi juga tampak hadir dan duduk bersama dalam forum dialog yang berlangsung terbuka. Suasana pertemuan terlihat cair namun tetap serius, mencerminkan semangat kolaboratif antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat sipil.
Dalam sambutannya, Kajati Sumbar Muhibuddin menegaskan bahwa media dan penggiat antikorupsi merupakan mitra strategis Kejaksaan dalam mengawal proses penegakan hukum. Ia menyampaikan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan. Menurut Muhibuddin, kritik dan masukan dari wartawan serta aktivis justru menjadi energi untuk memperbaiki kinerja
.Muhibuddin juga menekankan bahwa menjelang Ramadan, seluruh jajaran Kejati Sumbar diingatkan untuk menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh kepala kejaksaan negeri untuk memperkuat pengawasan internal serta memastikan setiap penanganan perkara berjalan sesuai aturan dan profesional.
Forum tersebut tidak hanya diisi dengan sambutan, tetapi juga dialog interaktif. Beberapa wartawan menyampaikan harapan agar Kejati Sumbar semakin responsif terhadap permintaan konfirmasi dan perkembangan kasus. Sementara itu, penggiat antikorupsi mendorong agar penanganan perkara tindak pidana korupsi dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih.
Menanggapi berbagai masukan, Muhibuddin menyatakan komitmennya untuk membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dengan media. Ia menilai pemberitaan yang berimbang akan membantu masyarakat memahami proses hukum secara utuh, sekaligus mencegah munculnya informasi yang tidak akurat. Ia juga memastikan bahwa setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi akan ditelaah sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi ajang konsolidasi internal bagi para Kajari se Sumatera Barat. Muhibuddin mengingatkan pentingnya soliditas dan keseragaman langkah dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh jajaran kejaksaan di daerah dapat menjaga marwah institusi dengan bekerja profesional dan menjauhi praktik yang mencederai kepercayaan publik.
Di sisi lain, sejumlah peserta mengapresiasi inisiatif Kajati Sumbar Muhibuddin yang dinilai membuka ruang dialog langsung antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Mereka menilai pertemuan semacam ini perlu dilakukan secara berkala agar tercipta hubungan yang sehat, kritis, namun tetap konstruktif.
Silaturahmi menjelang Ramadan ini juga sarat pesan moral. Muhibuddin mengajak seluruh pihak menjadikan bulan suci sebagai momentum introspeksi dan memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi. Ia menegaskan bahwa upaya penegakan hukum tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan pengawasan publik.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kejati Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Muhibuddin menunjukkan langkah nyata membangun kolaborasi antara penegak hukum, media, dan masyarakat sipil. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penegakan hukum yang bersih, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. Tutup nya
(Hendri A.W).


0 Komentar