Bukittinggi, 2 Januari 2026 – Suasana Kota Bukittinggi tampak berbeda sejak pagi hari. Gerimis tipis menyelimuti kawasan pusat kota, namun kondisi cuaca tersebut sama sekali tidak menyurutkan antusiasme wisatawan yang memadati ikon utama kota ini, Jam Gadang. Momentum libur panjang awal tahun menjadikan kawasan wisata favorit ini dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan area sekitar Jam Gadang dipadati wisatawan yang berjalan santai, berfoto, hingga berkumpul bersama keluarga. Meski lantai kawasan terlihat basah akibat hujan ringan yang turun sejak pagi, arus pengunjung tetap mengalir tanpa henti. Payung dan jas hujan menjadi pemandangan umum, menandai semangat liburan yang tak tergoyahkan.
Jam Gadang yang berdiri megah dengan latar langit mendung justru menghadirkan nuansa berbeda. Menara jam kebanggaan masyarakat Bukittinggi itu tampak semakin anggun di bawah rintik hujan, menjadi latar favorit wisatawan untuk mengabadikan momen liburan. Banyak pengunjung memanfaatkan kondisi cuaca sejuk untuk menikmati suasana kota yang lebih teduh.
Keramaian tidak hanya terpusat di depan Jam Gadang. Area taman, jalur pejalan kaki, hingga sudut-sudut sekitar Pasar Atas juga dipenuhi aktivitas wisatawan. Sejumlah pedagang terlihat tetap melayani pembeli dengan semangat, sementara petugas kebersihan dan pengelola kawasan berjibaku menjaga kenyamanan dan kebersihan di tengah tingginya kunjungan.
Libur panjang kali ini menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata Bukittinggi. Kehadiran wisatawan dari luar daerah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, serta jasa wisata di sekitar kawasan Jam Gadang.
Sejumlah wisatawan mengaku sengaja memilih Bukittinggi sebagai tujuan liburan karena suasana sejuk dan kekayaan destinasi wisata yang dimiliki. Menurut mereka, gerimis justru menambah kesan romantis dan khas, membuat pengalaman berkunjung terasa lebih berkesan dibanding hari biasa.
Pihak pengelola kawasan wisata tampak meningkatkan kesiapsiagaan selama masa libur panjang. Pengaturan arus pengunjung, kebersihan area, hingga imbauan keselamatan terus dilakukan agar wisatawan tetap merasa aman dan nyaman meski cuaca kurang bersahabat.
Keamanan di sekitar kawasan Jam Gadang juga terpantau kondusif. Aparat dan petugas terkait terlihat melakukan pengawasan rutin, memastikan aktivitas wisata berjalan tertib di tengah kepadatan pengunjung. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga citra Bukittinggi sebagai kota wisata yang ramah dan aman.
Gerimis yang turun sepanjang hari seolah menjadi saksi betapa kuatnya daya tarik Jam Gadang bagi wisatawan. Ikon sejarah yang telah berdiri sejak lama ini kembali membuktikan posisinya sebagai jantung pariwisata Bukittinggi yang selalu hidup, terutama saat momentum libur panjang.
Dengan tingginya kunjungan wisatawan di awal tahun 2026 ini, Bukittinggi diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan kenyamanan kawasan wisatanya. Jam Gadang bukan sekadar penanda waktu, tetapi simbol kebangkitan dan denyut pariwisata yang terus berdetak, bahkan di bawah gerimis sekalipun.tutupnya.(Hendri).


0 Komentar