Peristiwa kelam itu pernah mengguncang kepercayaan publik dan meninggalkan luka mendalam bagi institusi kepolisian di Sawahlunto. Sejak kantor Satlantas dibakar oleh oknum masyarakat, jajaran lalu lintas terpaksa menjalankan tugas dengan sarana yang serba terbatas, namun tetap berupaya menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat.
Selama bertahun tahun, personel Satlantas bekerja dengan semangat pengabdian meski tanpa fasilitas yang memadai.
Pelayanan administrasi, pengaturan lalu lintas, hingga penegakan hukum tetap berjalan, menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak memadamkan komitmen untuk melayani.
Memasuki masa kepemimpinan AKBP Simon Yana Putra, arah kebijakan berubah menjadi lebih progresif.
Ia memandang bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus ditopang oleh infrastruktur yang layak, sehingga pembangunan kembali kantor Satlantas menjadi prioritas strategis.
Bagi AKBP Simon Yana Putra, pembangunan ini bukan hanya soal mendirikan gedung, melainkan memulihkan martabat pelayanan negara yang sempat tercederai oleh peristiwa masa lalu.
Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat melalui fasilitas yang representatif.
Kasat Lantas Polres Sawahlunto Iptu Roy Capri Tiskrtono menyambut keputusan tersebut sebagai momentum bersejarah.
Setelah lebih dari satu dekade bekerja dalam kondisi terbatas, hadirnya gedung baru menjadi simbol kebangkitan sekaligus tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Sebagai pimpinan di lapangan, Iptu Roy Capri Tiskrtono berkomitmen menjadikan kantor baru sebagai pusat pelayanan yang profesional, humanis, dan transparan. Ia menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus sejalan dengan peningkatan disiplin, integritas, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Kapolres AKBP Simon Yana Putra juga memberikan apresiasi atas keteguhan jajaran Satlantas yang tetap setia menjalankan tugas di tengah keterbatasan selama bertahun tahun. Dedikasi tersebut dinilainya sebagai fondasi kuat untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Respon positif pun datang dari masyarakat Sawahlunto.
Warga menilai pembangunan kantor Satlantas sebagai langkah nyata pemulihan pelayanan yang telah lama dinantikan, sekaligus simbol bahwa negara tidak melupakan kebutuhan dasar warganya akan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Kini, sejarah kelam pembakaran 2011 perlahan berganti dengan semangat baru.
Di bawah kepemimpinan AKBP Simon Yana Putra dan pelaksanaan tugas oleh Iptu Roy Capri Tiskrtono, Satlantas Polres Sawahlunto menatap masa depan dengan tekad menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, bermartabat, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.(Hendri)

0 Komentar