Pesisir Selatan — Progres pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terus menjadi perhatian publik. Proyek strategis yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga ini tidak hanya diharapkan memperkuat konektivitas, tetapi juga menuntut pengawasan ketat dari para penanggung jawab teknis di lapangan.
Berdasarkan informasi resmi proyek, pembangunan ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.409.070.000 yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2025–2026 dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender. Hingga Selasa, 7 April 2026, progres pekerjaan terlihat masih berada pada tahap pembangunan struktur dasar, seperti pondasi beton dan rangka tulangan besi untuk penyangga jembatan.
Dalam pelaksanaan proyek ini, peran PPK Jembatan Gantung, Buk Gina Tampubolon, menjadi sorotan utama. Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ia memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari sisi administrasi, teknis, hingga pengendalian anggaran. Ketegasan dan ketelitian dalam mengawal proyek menjadi faktor penting guna menjaga kualitas pembangunan.
Selain itu, peran konsultan supervisi juga tidak kalah vital. Bapak Lindon Yonson, selaku konsultan, diharapkan mampu memastikan mutu pekerjaan di lapangan tetap sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan yang profesional dan independen menjadi kunci untuk menghindari potensi penyimpangan maupun keterlambatan pekerjaan.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah material konstruksi seperti rangka baja dan cetakan beton telah tersedia. Struktur awal jembatan mulai terbentuk, meskipun bentangan utama belum terpasang. Kondisi ini menunjukkan bahwa proyek masih berada pada fase awal hingga menengah pelaksanaan.
Di sisi masyarakat, harapan besar disematkan pada pembangunan jembatan ini. Infrastruktur tersebut dinilai akan membuka akses yang lebih baik bagi warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari.
“Kalau jembatan ini selesai, kami tidak lagi kesulitan menyeberang, apalagi saat kondisi cuaca buruk,” ungkap salah seorang warga.
Namun demikian, perhatian publik juga mengarah pada pentingnya transparansi dan ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, masyarakat berharap proyek ini tidak hanya selesai sesuai jadwal, tetapi juga memiliki kualitas yang kokoh dan tahan lama.
Pengawasan berlapis dari PPK, konsultan, hingga instansi terkait menjadi penentu utama keberhasilan proyek ini. Sinergi antara Buk Gina Tampubolon sebagai PPK dan Bapak Lindon Yonson sebagai konsultan diharapkan mampu memastikan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.Tutupnya.
(Hendri A.W.)
Dengan progres yang terus berjalan hingga Selasa, 7 April 2026, publik kini menantikan percepatan pembangunan sekaligus komitmen semua pihak agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan.



0 Komentar