BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "ALISYA NEWS"

Tambang Pasir Diduga Picu Kerusakan Jalan di Kawasan Siteba Padang, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Padang | Deru mesin truk bertonase berat hampir setiap hari memecah keheningan di kawasan komplek perumahan Nanggalo yang berada tidak jauh dari Jembatan Siteba, Kota Padang. Aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut pasir diduga menjadi penyebab utama kerusakan jalan di lingkungan tersebut. Jalan yang sebelumnya mulus kini retak, berlubang dan mulai hancur di beberapa titik.

Pantauan warga, truk-truk pengangkut material pasir kerap melintas sejak pagi hingga sore hari. Kendaraan besar itu melaju melewati jalan lingkungan yang sejatinya dibangun untuk akses warga perumahan, bukan untuk jalur kendaraan tambang dengan muatan berat.

Bekas lintasan roda truk tampak jelas di badan jalan. Aspal terkelupas, retakan memanjang terlihat di sejumlah bagian, bahkan beberapa titik mulai membentuk lubang yang cukup dalam. Kondisi tersebut memaksa pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati ketika melintas.

Salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan bahwa kerusakan jalan mulai terlihat sejak aktivitas truk tambang pasir semakin sering melintas. Ia menyebut kondisi jalan berubah drastis dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Sebelumnya jalan ini bagus dan nyaman dilalui. Tapi sejak sering dilewati truk tambang pasir, jalan jadi cepat rusak. Kalau hujan, lubang-lubang itu tertutup air dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ungkapnya.

Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan debu yang beterbangan setiap kali truk melintas. Ketika cuaca panas, debu pasir yang terbawa kendaraan menyebar ke rumah-rumah warga dan menempel di halaman hingga jendela.

Bagi warga yang tinggal tepat di tepi jalan, kondisi tersebut menjadi persoalan harian. Mereka harus lebih sering membersihkan rumah karena debu yang datang hampir setiap waktu.

Beberapa warga bahkan mengaku khawatir jika kerusakan jalan terus dibiarkan. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, jalan yang rusak juga dapat memperburuk kualitas lingkungan permukiman yang selama ini relatif tenang.

Sejumlah warga menyebut aktivitas tambang pasir tersebut diduga berada tidak jauh dari kawasan tersebut, sehingga kendaraan pengangkut material memilih melewati jalan perumahan sebagai jalur distribusi yang lebih dekat.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai izin operasional tambang maupun penggunaan jalur tersebut oleh kendaraan berat. Warga berharap pemerintah kota dan instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Masyarakat juga meminta adanya pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di jalan lingkungan. Jika memang aktivitas tambang tersebut memiliki izin, warga berharap ada pengaturan jalur khusus agar tidak melewati kawasan permukiman.

“Kalau terus dibiarkan, jalan ini bisa hancur total. Kami berharap pemerintah segera turun melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” kata warga lainnya.

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya upaya perbaikan jalan ataupun pengawasan terhadap aktivitas truk tambang yang melintas di kawasan tersebut.

Masyarakat berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum agar kerusakan jalan tidak semakin meluas dan kenyamanan warga dapat kembali terjaga.


Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan keterangan warga dan kondisi yang dilaporkan di lapangan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak perusahaan tambang pasir, pengelola aktivitas tambang, maupun instansi pemerintah terkait apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan resmi atas pemberitaan ini.

#Wahyu

Posting Komentar

0 Komentar