Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada Tegaskan Karya TNI Harus Dirasakan Rakyat, Jembatan Batang Mangoi Pangkas Jarak hingga 5 Kilometer
PADANG PARIAMAN | Bagi sebagian orang, jembatan mungkin hanya dipandang sebagai bangunan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Namun bagi warga Nagari Batu Kalang dan Batu Kalang Utara, Jembatan Sungai Batang Mangoi memiliki arti yang jauh lebih besar. Kehadirannya membuat perjalanan yang sebelumnya harus memutar menjadi lebih singkat hingga sekitar 5 kilometer. Di tempat inilah manfaat pembangunan terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., melihat langsung kondisi jembatan tersebut di Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (28/8/2026).
Tidak hanya kendaraan yang kini lebih mudah melintas. Bagi anak-anak sekolah, keberadaan jembatan berarti perjalanan menuju SD Negeri 10 Padang Sago di Batu Kalang menjadi lebih dekat. Bagi orang tua, akses yang lebih baik memberikan rasa lega karena aktivitas anak-anak menjadi lebih mudah. Sementara bagi petani dan warga yang membawa hasil kebun, jalur tersebut menjadi bagian penting dalam memperlancar pekerjaan dan membawa hasil usaha mereka.Di situlah pembangunan mendapatkan maknanya. Sebuah jembatan tidak hanya berdiri di atas aliran sungai, tetapi ikut menopang aktivitas masyarakat yang berlangsung setiap hari. Orang pergi bekerja, anak-anak berangkat menuntut ilmu, hasil pertanian dibawa keluar kampung dan hubungan antarwilayah menjadi semakin dekat. Apa yang dibangun hari ini diharapkan mampu memberikan manfaat jauh setelah proses pembangunannya selesai.
Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada mengatakan, pembangunan tersebut diarahkan agar keberadaan TNI benar-benar dapat dirasakan masyarakat. “Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih dekat dan mudah. Anak-anak dapat lebih mudah pergi ke sekolah dan masyarakat juga lebih lancar membawa hasil bumi. Kita berharap semakin baiknya akses ini dapat meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Jembatan Batang Mangoi menjadi salah satu bagian dari pekerjaan pembangunan Kodam XX/TIB di berbagai daerah. Secara keseluruhan, terdapat 134 titik jembatan yang telah dikerjakan, mencakup jenis Bailey, Armco, Beton dan Perintis. Sebanyak 127 titik sudah rampung, sedangkan 7 titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Pembangunan tersebut menjadi upaya membuka kembali akses masyarakat yang membutuhkan sarana penghubung untuk menunjang kehidupan mereka.
Perhatian Kodam XX/TIB juga menyentuh kebutuhan masyarakat lainnya. Sebanyak 221 unit sumur bor dan MCK telah dibangun, dengan 189 unit selesai dan 32 unit masih dalam pengerjaan. Rencana berikutnya juga telah disiapkan, yakni pembangunan 22 jembatan dan 97 sumur bor di sejumlah wilayah pada awal September 2026. Program tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian tidak berhenti pada satu lokasi, tetapi terus diarahkan ke berbagai kebutuhan dasar masyarakat.
Mayjen TNI Arief Gajah Mada juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun. Sebab, pembangunan akan memiliki nilai yang lebih panjang apabila dirawat dan dimanfaatkan bersama. Jembatan yang terjaga bukan hanya membantu perjalanan hari ini, tetapi juga menjadi warisan akses bagi anak-anak dan generasi berikutnya untuk belajar, bekerja, berdagang dan menjalani kehidupan dengan lebih mudah.
Dari Batang Mangoi, pengabdian itu terlihat dalam bentuk yang sederhana namun nyata. Bukan sekadar beton, besi atau jalan yang tersambung, melainkan langkah warga yang kini lebih ringan dan waktu perjalanan yang lebih singkat. Di tengah masyarakat, karya seperti inilah yang memperlihatkan makna kehadiran TNI: datang untuk membantu, bekerja untuk kepentingan rakyat, dan terus mengabdi untuk negeri.
TIM

Belum ada Komentar untuk "Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada Tegaskan Karya TNI Harus Dirasakan Rakyat, Jembatan Batang Mangoi Pangkas Jarak hingga 5 Kilometer"
Posting Komentar