Panen raya yang dilaksanakan di atas lahan seluas sekitar 4 hektare tersebut berhasil menghasilkan kurang lebih 8,6 ton jagung. Capaian ini menjadi indikator positif bahwa sektor pertanian di wilayah Kabupaten Berau terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan mampu berkontribusi terhadap upaya menjaga stabilitas pangan daerah maupun nasional.
Kegiatan panen raya dihadiri langsung oleh Kapolsek Teluk Bayur beserta jajaran anggota, pemerintah kampung, penyuluh pertanian lapangan, perwakilan perusahaan yang turut mendukung program pertanian, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Teluk Bayur tidak hanya hadir sebagai pengamanan kegiatan, tetapi juga melakukan pendampingan kepada para petani. Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Polri yang terus berupaya membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta memastikan proses produksi pangan berjalan dengan aman dan lancar.
Setelah proses panen selesai, hasil jagung yang diperoleh kemudian memasuki tahapan pemipilan untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Selanjutnya dilakukan proses pengeringan guna menjaga kualitas hasil panen sebelum disimpan. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu jagung agar tetap memenuhi standar yang dibutuhkan sebelum didistribusikan.
Proses penyimpanan dan distribusi hasil panen juga mendapat perhatian khusus. Dengan pendampingan dari Polsek Teluk Bayur, hasil panen yang telah diproses kemudian disalurkan ke Bulog Kabupaten Berau. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok pangan serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi para petani.
Kehadiran Polri dalam sektor pertanian menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi peningkatan produksi pangan.
Masyarakat Kampung Tumbit Melayu menyambut baik kegiatan tersebut. Para petani mengaku merasa terbantu dengan adanya perhatian dan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Polri. Mereka berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi petani, keberhasilan panen raya ini juga menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus mengembangkan usaha pertanian. Dengan dukungan pemerintah, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian, sektor pertanian diyakini dapat menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kabupaten Berau berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan dampak positif bagi pembangunan daerah. Melalui semangat kebersamaan tersebut, diharapkan ketahanan pangan nasional semakin kuat dan cita-cita mewujudkan Indonesia yang makmur serta sejahtera dapat tercapai. TIM. ALISYANEWS.

0 Komentar