Padang – Lapas Perempuan Kelas IIB Padang kembali membuktikan bahwa tugas pemasyarakatan tidak berhenti di balik tembok penjara. Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas, Ibu Susi Andriani Pohan, jajaran Lapas Perempuan Padang turun langsung ke tengah masyarakat melalui Program Bedah Rumah bagi warga sekitar lingkungan lapas, Selasa [9/6/2026].
Program ini merupakan implementasi nyata dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Bukan sekadar seremonial, kegiatan ini menyasar langsung rumah warga yang kondisinya memprihatinkan agar bisa menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan sehat.
Dalam foto yang dirilis, terlihat Ibu Susi Andriani Pohan berdiri di lokasi bedah rumah dengan latar dinding yang sudah mulai direnovasi. Ekspresi wajah beliau memancarkan ketulusan dan komitmen kuat untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran. Kehadiran langsung Kepala Lapas di lapangan menjadi simbol bahwa Lapas Perempuan Padang hadir sebagai sahabat masyarakat.
Di sampingnya, tampak petugas lapas dan perwakilan warga penerima manfaat sedang berdiskusi hangat. Senyum haru penerima bantuan tak bisa disembunyikan, menggambarkan betapa berartinya uluran tangan ini bagi mereka. Dinding rumah yang sebelumnya lapuk kini mulai ditopang material baru. Tumpukan semen, batu bata, dan kayu yang tersusun rapi di lokasi menjadi bukti bahwa proses renovasi berjalan serius.
Pernyataan Ibu Susi Andriani Pohan
“Program Bedah Rumah ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Sesuai arahan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, kami ingin Lapas tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Ibu Susi Andriani Pohan di sela kegiatan.
Beliau menambahkan, kegiatan ini bertujuan ganda. Selain meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, program ini juga menjadi jembatan untuk mempererat hubungan emosional antara Lapas dengan warga sekitar. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Lapas Perempuan Padang adalah bagian dari mereka. Ketika masyarakat sejahtera, proses pemasyarakatan juga akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Dampak Jangka Panjang
Program Bedah Rumah yang diinisiasi Ibu Susi Andriani Pohan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Lapas Perempuan Kelas IIB Padang berkomitmen menjadikan aksi sosial sebagai agenda rutin. Dengan begitu, citra pemasyarakatan yang humanis dan peduli akan semakin kuat di mata publik.
Melalui tangan dingin Ibu Susi Andriani Pohan, Lapas Perempuan Padang membuktikan bahwa tembok tinggi bukanlah pemisah. Justru dari balik tembok itulah, lahir kepedulian yang mampu membangun harapan baru bagi masyarakat. Tutup nya.
TIM ALISYAnews.

0 Komentar