BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "ALISYA NEWS"

Jaga Ekosistem Maritim, Kodaeral IX Tegaskan Komitmen Berantas Kejahatan Lingkungan di Wilayah Maluku


TNI AL-Kodaeral IX (5/5/2026). 

Guna menjaga ekosistem maritim Indonesia bagi generasi mendatang, Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) IX menegaskan komitmennya untuk turut memberantas dan melindungi sumber daya alam bangsa dari ancaman kejahatan lintas negara di wilayah Maluku. 

Hal tersebut diungkapkan Asisten Operasi (Asops) Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Priyo Dwi Saputro, ST, M.Tr.Hanla., MM, M.Han., mewakili Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., saat menjadi nara sumber dalam diskusi strategi mengenai Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PPTSL) bertempat di Aula Zest Hotel pada Selasa (5/5/2026).

Tema dalam diskusi ini adalah Upaya Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar dan Kegiatan Destructive Fishing (DF) di Kepulauan Maluku (Studi Kasus Perairan/Laut) yang digelar oleh Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Maluku. 

Dalam paparannya, Asops Dankodaeral IX mengatakan bahwa wilayah Indonesia Timur merupakan koridor utama keragaman hayati yang sangat rawan terhadap praktik perdagangan ilegal.

Luasnya wilayah laut dan banyaknya pelabuhan rakyat lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri, di mana oknum sering kali memanfaatkan jalur laut sebagai rute distribusi utama untuk menyelundupkan spesies endemik ke luar negeri menggunakan berbagai modus operandi yang semakin kompleks.

Kodaeral IX tegasnya, secara aktif terus memperkuat sinergitas antar-instansi, seperti berkolaborasi dengan BKSDA dan otoritas pelabuhan, guna mengidentifikasi pergerakan sindikat serta memutus peredaran rantai TSL ilegal di pintu-pintu masuk perairan. 

Melalui kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa pengawasan ketat melalui patroli keamanan laut serta intelijen maritim yang solid menjadi kunci utama dalam menekankan angka kejahatan lingkungan di wilayah kerja Kodaeral IX.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif mengenai bahaya ekologis dan konsekuensi hukum dari perdagangan satwa liar," harapnya. 

Dengan komitmen yang berkelanjutan, Kodaeral IX menegaskan kehadirannya untuk melindungi SDA bangsa khususnya wikayan Maluku dari ancaman kejahatan lintas negara demi menjaga kelestarian ekosistem maritim Indonesia bagi generasi mendatang. 

Diskusi ini dihadiri perwakilan dari Kodaeral IX, Korem 151/ Binaiya, Bakamla Zona Maritim Timur, Bais Ambon, Kodim 1504/ Ambon, Polresta P. Ambon dan P. Lease, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku, Pomdam XV Pattimura, Kejari Ambon, Balai Gakkum Maluku - Papua Seksi Wilayah II Ambon, dan instansi terkait lainny. (@Dispen Kodaeral IX).

Posting Komentar

0 Komentar