Surabaya, 11 Mei 2026 — Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla., menghadiri kegiatan Kolokium Pasis Seskoal LXV, Pasis Diklapa XXXV, dan Mahasiswa STTAL XLV yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut (Hardikal) ke-80 Tahun 2026 di Gedung R. Moeljadi Kodiklatal Bumimoro, Surabaya.
Kegiatan kolokium tersebut secara resmi dibuka oleh Komandan Kodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr.(Han). dengan membacakan keynote speaker Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. Acara turut dihadiri para pejabat utama TNI AL, pejabat utama lembaga pendidikan TNI AL, Komandan Seskoal Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, M.Tr.Opsla., Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso, serta Pgs. Komandan STTAL Laksma TNI Ardiansyah.
Kolokium mengusung tema “Optimalisasi Taktik Perang Laut TNI Angkatan Laut Dalam Mendukung Strategi Sea Control & Sea Denial Pada Perang Berlarut Di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)”. Tema tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan konsep pertahanan laut nasional sekaligus upaya meningkatkan kualitas pendidikan prajurit TNI AL menghadapi dinamika ancaman maritim yang semakin kompleks.
Dalam forum ilmiah tersebut, para peserta memaparkan berbagai kajian strategis terkait pengembangan taktik dan strategi operasi laut TNI AL. Materi yang dipresentasikan meliputi konsepsi gelar kekuatan Kodaeral guna menghadapi ancaman asimetris, pengembangan strategi kontijensi pertahanan laut di wilayah Ambalat, hingga analisis penerapan taktik gerilya laut untuk meningkatkan efektivitas operasi Sea Control dan Sea Denial di wilayah ALKI.
Kegiatan kolokium juga menghadirkan akademisi dan praktisi pertahanan sebagai penanggap, yakni Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Prof. Kacung Marijan, Drs., M.A., Ph.D dan Rektor Universitas Hang Tuah Laksda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan daring dengan melibatkan sekitar 400 peserta dari berbagai unsur pendidikan dan satuan TNI AL.
Keikutsertaan Dankodaeral VII dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan budaya akademik dan pengembangan strategi kemaritiman TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI, khususnya di wilayah perairan strategis Indonesia. Momentum Hardikal ke-80 diharapkan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia TNI AL yang profesional, modern, dan siap menghadapi tantangan operasi masa depan.

0 Komentar