PADANG | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di kediaman Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati, Selasa 03 Maret 2026, saat puluhan wartawan dan wartawati dari berbagai media di Sumatera Barat berkumpul untuk mengikuti tausiyah menjelang berbuka puasa.
Momentum Ramadhan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berintegritas dan berlandaskan nilai adat serta agama.
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga marwah profesi wartawan.
Ia mengingatkan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi, pengontrol sosial, sekaligus penjaga nilai-nilai kebenaran di tengah masyarakat.
Menurutnya, bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen moral dan spiritual dalam setiap langkah kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati juga menegaskan bahwa wartawan bukan hanya pemburu berita, tetapi bagian dari pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap publik.
Ia mengajak seluruh insan pers Sumbar untuk senantiasa mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan etika dalam setiap pemberitaan. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang lugas dan menyentuh.
Di hadapan para wartawan dan wartawati yang hadir, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati turut mengaitkan peran pers dengan nilai adat Minangkabau.
Ia menyebut bahwa adat dan syarak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sebagaimana falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Dalam konteks jurnalistik, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik dan membawa maslahat bagi masyarakat.
Para wartawan yang hadir tampak antusias mengikuti tausiyah tersebut. Beberapa di antaranya mengaku bahwa kegiatan seperti ini menjadi penyegar di tengah rutinitas kerja yang padat.
Mereka menilai pertemuan dengan tokoh adat sekaligus akademisi seperti Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati memberikan perspektif baru tentang bagaimana menjalankan profesi dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.
Selain menyampaikan pesan moral, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati juga membuka ruang dialog. Dalam sesi tersebut, sejumlah wartawan menyampaikan pandangan dan pertanyaan seputar tantangan dunia pers di era digital. Ia menanggapi dengan menekankan pentingnya literasi, kehati-hatian dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi, serta menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi.
Acara yang berlangsung sederhana itu ditutup dengan doa bersama menjelang berbuka puasa. Kebersamaan antara Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati dan insan pers Sumbar mencerminkan hubungan harmonis antara tokoh adat dan media sebagai mitra dalam membangun daerah.
Momentum Ramadhan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antara LKAAM Sumbar dan insan pers. Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati berharap wartawan di Sumatera Barat terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran, menjaga nilai budaya, serta membangun optimisme masyarakat melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
Dengan terselenggaranya kegiatan tausiyah ini, silaturahmi antara Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, Dt. Nan Sati dan wartawan/wartawati Sumbar semakin erat.
Di bulan suci yang penuh berkah ini, pesan tentang integritas, tanggung jawab, dan komitmen moral menjadi pengingat bahwa profesi pers adalah amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Tutup nya.
(Hendri A.W).

0 Komentar