PADANG PARIAMAN, | Kunjungan kerja Komisi V DPR RI bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Sumatera Barat menjadi momentum penting bagi daerah yang tengah bergulat dengan kerusakan infrastruktur. Di hadapan rombongan pusat tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis atau JKA memaparkan secara rinci dampak terparah yang dialami wilayahnya, mulai dari jalan amblas, jembatan rusak, hingga fasilitas umum yang lumpuh akibat bencana dan tekanan alam yang terus berulang.Selasa(24/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Padang Pariaman termasuk daerah yang merasakan dampak signifikan dari kerusakan infrastruktur dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan bahwa akses jalan penghubung antar kecamatan banyak yang mengalami kerusakan berat sehingga menghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini menurutnya tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan sosial warga.
Di hadapan Komisi V DPR RI dan Wamen PUPR, John Kenedy Azis menjelaskan bahwa sejumlah jembatan penghubung yang vital bagi aktivitas masyarakat mengalami keretakan bahkan terancam tidak dapat digunakan. Ia menekankan bahwa jika tidak segera dilakukan penanganan, risiko isolasi wilayah akan semakin besar, terutama bagi nagari yang berada di daerah rawan bencana.
Paparan Bupati John Kenedy Azis juga menyoroti dampak kerusakan terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Beberapa akses menuju sekolah dan puskesmas dilaporkan terganggu, sehingga menyulitkan siswa dan pasien untuk mendapatkan layanan dasar. Ia menegaskan bahwa infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi utama pelayanan publik dan roda pembangunan daerah.
Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, dan pembangunan desa terlihat serius menyimak pemaparan tersebut. Anggota dewan melakukan dialog langsung, meminta data rinci serta peta kerusakan untuk memastikan intervensi anggaran dapat tepat sasaran. Wamen PUPR pun menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan di lapangan melalui koordinasi teknis dengan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, John Kenedy Azis juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan langkah darurat dengan mengalokasikan anggaran terbatas untuk perbaikan sementara. Namun ia mengakui kemampuan fiskal daerah tidak cukup untuk menuntaskan seluruh kerusakan yang ada. Oleh sebab itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan infrastruktur strategis di Padang Pariaman.
Kunjungan lapangan yang dilakukan bersama rombongan pusat memperlihatkan secara langsung kondisi ruas jalan yang tergerus dan titik rawan longsor yang mengancam permukiman warga. Situasi tersebut memperkuat argumentasi yang disampaikan Bupati John Kenedy Azis bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi prioritas bersama.
Selain menyampaikan kondisi terkini, John Kenedy Azis juga memaparkan rencana jangka panjang penataan infrastruktur berbasis mitigasi bencana. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap kondisi geografis Sumatera Barat yang rawan gempa dan banjir. Menurutnya, setiap pembangunan harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan keberlanjutan.
Kehadiran Komisi V DPR RI dan Wamen PUPR di Sumbar diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi pusat dan daerah. Bupati John Kenedy Azis menyampaikan optimisme bahwa dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat, pemulihan infrastruktur di Padang Pariaman dapat berjalan lebih cepat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur di daerah. Bagi John Kenedy Azis, momentum ini adalah kesempatan untuk memastikan suara masyarakat Padang Pariaman terdengar di tingkat nasional, sehingga pembangunan ke depan benar benar menjawab kebutuhan riil warga yang terdampak paling parah. Tutup nya.
(Hendri A.W)

0 Komentar