Latihan TFG ini difokuskan pada penyusunan langkah taktis, pola pergerakan unsur, serta prosedur komunikasi antar instansi terkait dalam merespons potensi gangguan keamanan terhadap kabel laut di perairan Selat Bali. Melalui paparan skenario, latihan Proskom, hingga evaluasi bersama, seluruh peserta mendapatkan gambaran menyeluruh terkait mekanisme penanganan situasi kontinjensi.
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan profesionalisme dan kemampuan analisis situasional, memperkuat koordinasi operasional, serta menyamakan persepsi seluruh unsur terkait, mulai dari TNI AL, Polairud, Basarnas, Pelindo, KSOP, BPTD, ASDP dan PLN, serta operator pelabuhan. Sinergitas tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan kolektif dalam mendukung pengamanan Obvitnas kabel bawah laut sebagai infrastruktur vital kelistrikan Jawa–Bali.
Danlanal Banyuwangi menyampaikan bahwa pelaksanaan TFG ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi situasi kedaruratan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) Kabel Laut 150.000 Volt Jawa–Bali. “Latihan ini digelar agar setiap instansi dan unsur terkait memahami perannya, mampu bergerak cepat, serta siap menjalankan prosedur pengamanan ketika kedaruratan terjadi,” tegas Danlanal.

0 Komentar